Ekologi (Laporan Pengenalan Alat-Alat Ekologi Umum)

LAPORAN PENGENALAN ALAT-ALAT EKOLOGI UMUM


 I.    TUJUAN
1.1.Mengetahui alat-alat yang biasa digunakan dalam praktikum Ekologi.
1.2.Mengetahui spesifikasi, fungsi, cara kerja, prinsip kerja, serta klasifikasi alat praktikum Ekologi.

II.    LANDASAN TEORI
      Ekologi berasal dari bahasa yunani yang berarti “rumah” atau “tempat untuk hidup” (Odum, 1996). Ekologi merupakan ilmu tentang interaksi faktor biotik dan abiotik. Interaksi faktor biotik pada suatu lingkungan merupakan konsep dari ekosistem. Faktor biotik yang dimaksud merupakan mahluk hidup, sedangkan faktor abiotik merupakan kondisi lingkungan baik tempat, maupun kondisi/ cuaca lingkungan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi suatu ekosistem khususnya mahluk hidup itu sendiri, yaitu  klimatik, edafik, dan fisiografik.
      Faktor klimatik merupakan faktor iklim yang meliputi suhu, sinar matahari, kelembapan, angin, dan curah hujan. Faktor edafik atau tanah merupakan media utama khususnya bagi pertumbuhan jenis vegetasi. Kebutuhan-kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan vegetasi, seperti mineral (unsur hara), kebutuhan bahan organik (humus), air, dan udara keberadaannya disediakan oleh tanah, sedangkan faktor fisiografi memengaruhi kehidupan makhluk hidup meliputi ketinggian tempat dan bentuk lahan. Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu udara.
      Untuk mengetahui pengaruh dari ketiga faktor tersebut maka penggunaan alat sangatlah penting berkenaan dengan tingkat akurasi pengukuran ketiga faktor. Dilihat dari penggunaannya alat yang biasa digunakan ada yang bersifat manual, ada pula yang bersifat digital. Alat yang bersifat manual biasanya memiliki teknik penggunaan yang cukup bertahan bila dibandingkan dengan alat yang bersifat digital. Walaupun begitu, alat yang bersifat digital juga memiliki beberapa kelemahan seperti sensitivitas tinggi sehingga pengguanaannya harus dilakukan secara hati-hati dan secara ekonomis lebih mahal dari alat yang bersifat manual.
      Beberapa alat memiliki fungsi khas pada ekosistem tertentu. Misalnya DO meter dan turbidimeter merupakan alat yang khas digunakan pada ekosistem perairan. Hal tersebut dikarena fungsi kedua alat tersebut untuk mengukur oksigen terlarut dan tingkat kekeruhan air di suatu perairan. Alat lainnya ada yang digunakan secara umum, bahkan tidak hanya digunakan pada kegiatan yang berhubungan dengan ekologi saja. Salah satu contohnya adalah handy tally counter yang berfungsi sebagai alat penghitung atau sekop yang berfungsi untuk menggali tanah pada ekosistem darat.  
      Pengetahuan mengenai fungsi, spesifikasi, cara kerja, serta prinsip kerja alat merupakan hal yang wajib diketahui mengingat peran alat yang sangat fundamental dalam kegiatan praktikum ekologi. Selain itu, pengetahuan wajib dimiliki oleh masing-masing ekolog agar alat tidak mudah cepat rusak mengingat peralatan ekologi memiliki harga yang kebanyakan tidak murah.

III.    PROSEDUR KERJA
3.1. Alat
·         Altimeter
·         pH meter
·         Four in one
·         Soil tester
·         DO meter
·         Anemo meter
·         Sling meter
·         Conductivity meter
·         Meteran
·         Sechii disk
·         Trap
·         Surbernet
·         Loop
·         Insecnet
·         Soil corer
·         Termometer
·         Klinometer
·         Worm mery
·         Beaker glass
·         Oven
     
3.2. Cara Kerja
Mempelajari fungsi dari alat-alat tersebut
Mempelajari prinsip dan cara kerja alat-alat tersebut
Mengenali nama dan bentuk alat-alat yang digunakan
Mengamati langsung dan mencoba menggunakan salah satu alat
Memahami cara penggunaan dan perawatan alat-alat tersebut

IV.       DATA PENGAMATAN

No
Nama Alat Dan Gambar
Fungsi
Prinsip
Cara Kerja
1
Alti meter

Mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut
Altimeter memiliki 3 prinsip kerja yaitu:
1.  Menggunakan gelombang, seperti ultra sonic atau infra merah
2.  Menggunakan magnet bumi, seperti sudut inclinasi
3.  Menggunakan tekanan udara, hal ini menjadi prinsip dalam berbagai pengukuran
Cara menggunakan alti meter yaitu:
1.   Tempatkan altimeter pada posisi datar dan pastikan gelembung nivo tepat ditengah lingkaran
2.   Aturlah tanda indicator yang memiliki tanda minus dan plusagar berada ditengah. Untuk mengaturnya, putarlah tuas pemutar besar yang berada pada altimeter
3.   Selanjutnya, aturlah ketinggian pada titik 0 meter. Caranya tariklah keatas lalu putar tuas kecil.
4.   Kemudian, pindahkan altimeter ketempat yang akan diukur ketinggiannya.
5.   Terakhir, carilah ketinggian tempat yang diinginkan dengan cara mengatur atau memutar jarum indicator hingga berada ditengah lalu bacalah skala yang muncul. 
2
pH Meter

Fungsi PH Meter adalah untuk mengukur pH (kadar keasaman atau basa) suatu cairan.
Prinsip kerja pH meter adalah didasarkan pada potensial elektro kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat di dalam elektroda gelas yang telah diketahui dengan larutan yang terdapat di luar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan ion hidrogen yang ukurannya relatif kecil dan aktif.
Elektroda gelas tersebut akan mengukur potensial elektrokimia dari ion hidrogen atau di istilahkan dengan potential of hidrogen. Untuk melengkapi sirkuit elektrik dibutuhkan suatu elektroda pembanding. Sebagai catatan, alat tersebut tidak mengukur arus tetapi hanya mengukur tegangan.

Cara-cara menggunakan alat ph meter dengan benar, diantaranya:
1.  Sediakan larutan yang akan di ukur keasamannya. Siapkan sesuai kebutuhan, jangan terlalu banyak jangan pula terlalu sedikit, secukupnya saja.
2.  Sebelum di ukur, terlebih dahulu perhatikan kadar suhu larutan yang akan di ukur dengan suhu larutan yang sudah dikalibrasi sebelumnya. Pastikan keduanya harus sama, misalnya jika suhu larutan yang sudah dikalibrasi sebesar dua puluh derajat celcius,makasuhu cairan yang akan diukur juga harus sama.
3.  Buka penutup elektroda pada alat ph dengan menggunakan air khusus, kemudian bersihkan dengan tisu sampai kering.
4.  Hidupkan alat ph,lalu celupkan elektroda ke dalam cairan yang akan diukur, kemudian putar-putar elektroda larut menjadi homogen.
5.  Kemudian tekan tombol yang bertuliskan MEAS lantas akan muncul kata HOLD di layar. Lalu tunggu beberapa saat hingga muncul angka PH yang menunjukan kadar ph pada cairan tersebut. Setelah itu matikan alat tersebut.

3
Four in one

Mengukur intensitas cahaya, kelembapan udara, suhu udara dan kecepatan angin
Empat fungsi dimodifikasi dalam sati alat. Untuk intensitas cahaya, kelembapan udara, suhu udara dan kecepatan angin
Untuk menggunakan alat ini dengan menekan tombol on, kemudian tekan tombol sesuai dengan yang kita inginkan. Contohnya menekan tombol lux untuk mengetahui intensitas cahaya.
4
Soil Tester

Alat pengukur Ph dan kelembaban tanah 
Bagian bawah dari tester soil akan menangkap adanya H+ dan OH- pada tanah sehingga dapat menentukan pH dari tanah tersebut (prinsip elektroda). Dan juga bisa menangkap kadar air yang ada pada tanah tersebut untuk menentukan kelembabannya.
Cara menggunakan soil tester adalah sebagai berikut:
1.      Masukkan elektroda logam meteran's di tanah sepenuhnya, sementara posisi elektroda sedekat akar tanaman mungkin.
2.      Divisi skala berkisar dari 1 sampai 8, yang masing-masing berbunyi nilai kelembaban sesuai dengan kondisi tanah.
3.      Kebutuhan air dapat ditentukan oleh posisi pointer.
4.      Untuk Pengujian pada tanah yang kering dan mengandung kotoran, meter akan menunjukkan pengukuran pH dengan nilai yang benar, Sebab itu tanah dapat ditaburi air sekitar satu ember, kemudian tunggu hingga setengah jam untuk melakukan pengujian.
5.      Untuk penggunaan awal alat ukur kelembaban tanah ini, pengguna dapat memastikan permukaan logam sudah dipoles dengan kain basah. Selain itu dapat juga memastikan untuk memasukkan alat ukur tersebut beberapa kali kedalam tanah agar menghilangkan kotoran  berminyak.
5
DO meter

Untuk mengukur kadar oksigen terlarut dalam air atau larutan.
Prinsip kerja berdasarkan fenomena, polarografi yang terjadi diantar dua electrode katode dan anode. Tegangan listrik negative diberikan kepada electrode katode. Adanya tegangan negative ini akan mengakibatkan reaksi kimia terjadi secara cepat antara air dengan oksigen terlarut pada permukaan katode.
Cara pemakaian
1.      DO mere dikalibrasi
2.      Prop kedalam air yang akan diuji
3.      Angka yang tertera pada layar dicatat
4.      Pengujian dilakukan beberapa kali
5.      DO meter dibersihkan dan dikeringkan setelah dipakai
6
Anemometer

Untuk mengukur arah dan kecepatan angina.
Prinsip kerja gerakan atau perpindahan masa udara pada udara pada arah horizontal yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari satu tempat dengan tempat yang lain.
Cara pemakaian:
1.      Tekan tombol on/off
2.      Akan tampil semua item pengukuran pada layar
3.      Pilid mode pengukuran yang diinginkan
4.      Tekan tombol hold untuk melihat hasil pengukuran
5.      Catat hasil pengukuran

7
Sling hygrometer
Mengukur kelembapan udara
Prinsip keja alat ini adalah dengan mengunakan dua thermometer. Thermometer pertama diunakan untuk mengukur suhu udara biasa dan an kedua untuk mengukur suhu udara jenuh/lembab (bagian bawah thermometer diliputi kain/kapas yang basah)
Higrometer terdapat dua skala, dimana yan satu menunjukan kelembaban dan yang satu menunjukan temperature
Cara menggunakannya dengan meletakkan ditempat yang akan diukur kelembabannya kemudian tunggu dan bacalah skalanya.
8
Conductivity meter

Untuk mengukur konduktivitas atau kadar ion didalam suatu perairan.
Prinsip kerja nilai konjumlah ion serta konsentrasi padatan (total Dissolved solid/ TDS) yang terlarut di duktivitas listrik sebuah cairan menjadi referensi atas dalamnya.
Cara pemakaian alat
Alat dikalibrasi – celupkan bagian bawah conductivity meter tersebut, karena pada bagian tersebut terdapat sensor – hasil sensor data dibaca pada layar digital.
9
Meteran

Berfungsi untuk mengukur jarak atau panjang suatu objek
Panjang objek akan sama dengan nilai skala yang tertera pada alat
Cara pemakaian/ pengukurannya tinggal merentangkan meteran ini dari ujung yang satu ke ujung yang berbeda yaknik ke objek yang akan diukur.
10
Sechi Disk

Digunakan untuk mengukur penetrasi cahaya ke dalam air.
Prinsip kernyanya yaitu jika bagian warna putih masih terlihat maka cahaya masih dapat tembus pada kedalaman tersebut.
Cara pemakaian:
Dipasang pada tiang atau tali, dan diturunkan perlahan-lahan kedalam air – kedalaman dimana pola pada disk tidak lagi terlihat diambil sebagai ukuran transparansi air – jarak/kedalaman diukur melalui panjang tali.
11
Trap


Untuk menjebak hewan-hewan kecil biasanya hewan terestial seperti serangga kecil, reptil dan amfibi kecil
Hewan yang telah jatuh ke dalam wadah tidak dapat keluar lagi. Bosa juga ditambah dengan menuangkan larutan garam+deterjen ke dalam wadah agar serangga (khususnya) tidak dapat kabur
Membiarkan hewan yang diinginkan jatuh ke dalam wadah. Bisa dengan menaruh sesuatu yang menarik dalam wadah untuk hewan yang diinginkan.
12
Surber net

Mencuplik bentos di perairan lotik/perairan yang memiliki arus kuat/ cukup kuat dan dasar perairannya berpasir halus atau sedikit berlumpur.
Prinsip kerjanya yaitu:
Sistem kerja seperti jarring dengancara meletakkan surber net dialiran sungai yang memiliki arus dan surber diletakkan melawan arus. Agar bentos yang menempel pada batu dapat tertangkap oleh surber dibantu dengan tangan atau kaki.
Cara pemakaiannya yaitu:
1.   Besi persegi yang terletak didepan mulut surber net berfungsi untuk menentukan wilayah/ daerah yang akan dicuplik
2.   Permukaan surber net diletakkan kea rah datangnya air mengalir, kemuduan di depan permukaan tersebut terdapat foot template yang dapat diinjak-injak/ diaduk agar organisme bentos yang melekat pada dasar perairan hanyut dan tertangkap surber.
13
Loop

Untuk melihat benda yang berukuran kecil
Benda diperbesar terletak di dalam titik fokus lup itu atau jarak benda ke lensa lup tersebut lebih kecil dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup tersebut. Bayangan yang dihasilkan bersifat tegak, nyata dan diperbesar

Sinar-sinar cahaya yang melewati lensa itu membelok ke dalam untuk mengumpul di sebuah titik fokus pada kedua sisi lensa. Jarak dari pusat lensa ke titik fokus, kira-kira 12 cm pada kaca pembesar yang umum, disebut jarak fokus. Dalam penggunaan lup seseorang harus menempatkan benda yang akan dilihat pada ruang satu (antara lensa dan fokus lensa) sehingga akan dihasilkan bayangan yang diperbesar dan maya
14
Insect trap

Untuk menangkap serangga terbang seperti kupu-kupu, belalang, lebah dan capung
Menjaga agar spesimen tidak mengalami kerusakan organ atau mati ketika ditangkap
Cara pemakaian:
1.    Agar serangga tidak
kabur, usahakan waktu mengambil serangga dengan jarring berjalan perlahan berlawanan arah sinar matahari
2.   Setelah menemukan serangga yang diburu ayunkan jarring dengan gerakan menyapu atau menangkap serangga kemudian kunci dengan melipat jarring agar serangga tidak bisa keluar.
15
Soil corer

Melubangi atau menegbor tanah dan dapat digunakan untuk mengambil sampel tanah yang akan diuji.
Prinsip kerjanya yaitu kecepatan putaran soil corner, tekanan dan gaya yang diberikan.
Cara pemakaiannya yaitu:
Soil corner diletakkan tegak lurus dengan permukaan tanah – diputar hingga batang yang tertancap pada tanah terbenam sampai ketinggian tertentu – untuk mengambil sampel tanah soil corner diangkat dan sisa tanah yang menempel pada besi diambil untuk diuji.
16
Thermometer

Untuk mengetahui suhu tertinggi dan terendah di tempat dan waktu tertentu.
Pemuaian zat cair karena perubahan kalor pada lingkungan sekitar. Thermometer max berisi air raksa yang mudah memuai dan thermometer min berisi alcohol yang memiliki titi beku 1440 c.
Cara pemakaian:
1.      Kalibrasi alat dengan menekan tombol reset
2.      Thermometer diletakkan pada tempat yang ingin diukur suhu selama kurang lebih 24 jam
3.      Indeks tertinggi pada thermometer max merupakan suhu tertinggi dan indeks tertinggi min merupakan suhu terendah pada hari tersebut.
17
Klinometer

Untuk menentukan besar sudut elevansi dalam mengukur tinggi objek secara tidak langsung.

Prinsip kerja klinometer adalah alat sederhana untuk mengukur sudut elevansi antar garis datar dan sebuah garis yang menghubungkan sebuah titik pada garis datar tersebut dengan titik puncak (ujung) sebuah objek. Aplikasinya digunakan untuk mengukur tinggi (panjang) suatu objek dengan memanfaatkan sudut elevansi.
Cara kerja
1. Tentukan obyek yang akan diukur, misalnya mengukur tinggi pohon
2. Bidik ujung pohon kemudian ditembak.
3. Lihat hasilnya pada clinometer, misalnya 450
4. Perhitungan tinggi pohon : H = D tan θ + HI Keterangan: H = tinggi pohon D = jarak pengamat ke pohon HI = jarak mata pengamat ke dasar pohon n
18
Wormery

Alat untuk melihat gerak taksis cacing tanah

Prinsip Kerja alat ini digunakan dengan menggunakan tanah sebagai bahan kontrol
Cara Pemakaian • Masukan 3 jenis tanah ke dalam alat dan dipisahkan menjadi tiga bagian menggunakan sekat. • Masukkan cacing kedalam tanah dibagian tanah kontrol, tutup alat hingga tidak ada cahaya biarkan beberapa saat. • Setalah beberapa menit kemudian buka kembali alat dan lihat apakah cacing berubah tempat dari tanah kontrol
19
Beaker glass

sebuah wadah penampung yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan.
Prinsip kerjanya yaitu melihat skala pada sisi beaker glass yang digunakan untuk mengukur larutan secara tidak teliti 
carar Kerja :
Larutan dituangkan ke dalam beaker glass secara perlahan, ukur volumenya dengan mengamati skala pada badan gelas. Jika ingin memasukkan larutan asam terlebih dahulu masukkan akuades di beaker glass tersebut.
20
Oven

untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau objek-objek lainnya. 
Perubahan energi listrik menjadi energi panas dimana temperature dalam oven dijagatetap konstan dengan alat kontrol thermometer.

Cara penggunaan alat
1.     Hubungkan dengan sumber listrik 
2.     Masukkan alat yang akan dikeringkan, atur dengan rapi lalu tutup pintu dengan rapat
3.      Hidupkan alat dengan menekan tombol ON, lampu pilot akan menyala (merah dankuning)
4.      Atur temperatur suhu dan waktu yang diinginkan

V.       PEMBAHASAN
1.      Alti meter
Fungsi: untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut.
2.      pH meter
Fungsi: untuk mengukur pH (kadar keasaman atau basa) suatu cairan.
3.      Four in one (4in1)
Fungsi: untuk mengukur intensitas cahaya, kelembapan udara, suhu udara dan kecepatan angin.
4.      Soil tester
Fungsi: unuk mengukur Ph dan kelembaban tanah .
5.      DO meter
Fungsi: untuk mengukur kadar oksigen terlarut dalam air atau larutan.
6.      Anemometer
Fungsi: untuk mengukur arad dan kecepatan angin.
7.      Sling hygrometer
Fungsi: untuk mengukur kelembapan udara.
8.      Conductivity meter
Fungsi: untuk mengukur konduktivitas atau kadar ion didalam suatu perairan.
9.      Meteran
Fungsi: untuk mengukur jarak atau panjang suatu objek.
10.  Sechi disk
Fungsi: untuk mengukur penetrasi cahaya ke dalam air.
11.  Trap
Fungsi: Untuk menjebak hewan-hewan kecil biasanya hewan terestial seperti serangga kecil, reptil dan amfibi kecil.
12.  Suber net
Fungsi: Mencuplik bentos di perairan lotik/perairan yang memiliki arus kuat/ cukup kuat dan dasar perairannya berpasir halus atau sedikit berlumpur.
13.  Loop
Fungsi: untuk melihat benda yang berukuran kecil.
14.  Insect trap
Fungsi: untuk menangkap serangga terbang seperti kupu-kupu, belalang, lebah dan  capung.
15.  Soil corer
Fungsi: untuk melubangi atau menegbor tanah dan dapat digunakan untuk mengambil sampel tanah yang akan diuji.
16.  Thermometer
Fungsi: untuk mengetahui suhu tertinggi dan terendah di tempat dan waktu tertentu.
17.  Klinometer
Fungsi: untuk menentukan besar sudut elevansi dalam mengukur tinggi objek secara tidak langsung.
18.  Wormery
Fungsi: untuk melihat gerak taksis cacing tanah.
19.  Beaker glass
Fungsi: sebuah wadah penampung yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, dan  memanaskan cairan.
20.  Oven
Fungsi: untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau objek-objek lainnya. 


VI.    KESIMPULAN
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi suatu ekosistem khususnya mahluk hidup itu sendiri, yaitu  klimatik, edafik, dan fisiografik.
Untuk mengetahui pengaruh dari ketiga faktor tersebut maka penggunaan alat sangatlah penting berkenaan dengan tingkat akurasi pengukuran ketiga faktor. Dilihat dari penggunaannya alat yang biasa digunakan ada yang bersifat manual, ada pula yang bersifat digital. Diantaranya adalah Altimeter, pH meter, Four in one, Soil tester, DO meter, Anemometer, Sling hygrometer, Conductivity meter, Meteran,Sechii disk, Trap, Surbernet, Loop, Insecnet, Soil corer, Termometer, Klinometer, Worm mery, Beaker glass dan Oven. Dalam paktikum ekologi kita perlu mengenali nama dan bentuk alat-alat yang digunakan, mempelajari fungsi dari alat-alat tersebut, mempelajari prinsip dan cara kerja alat-alat tersebut, memahami cara penggunaan dan perawatan alat-alat tersebut dan mengamati langsung dan mencoba menggunakan salah satu alat







2 komentar:

  1. goooooooddddddd.......................................................................................................................:v

    BalasHapus

Ketika Cinta Bertasbih